CHAMPIONS League 2008/2009 kembali bergulir dan memasuki babak knock-out pertama atau babak 16 besar. Delapan pertandingan yang mempertemukan 16 tim terbaik di Eropa, membuat pekan ini menjadi pekan sibuk dan yang paling dinantikan publik sepakbola dunia.
Setelah rehat selama hampir dua bulan sejak babak penyisihan grup selesai, pertandingan kompetisi antar klub terelit di Eropa dan dunia ini akan kembali memanjakan jutaan pasang mata.
Permainan atraktif, sepakbola menyerang versus bertahan, pertarungan para bintang sekaligus nama besar klub dan nama baik negara di pertaruhkan di sini, untuk satu tujuan menuju Olimpico Roma, dimana partai final akan berlangsung Mei 2009 nanti.
Laga pertama yang menyedot banyak perhatian adalah Inter Milan versus Manchester United. Nerrazzuri sang penguasa Serie A dan Red Devils pemilik tahta Premier League, secara mengejutkan harus saling bersua di babak 16 besar. Terlalu dini memang pertemuan kedua tim ini, namun inilah konsekuensi dari sistem drawing.
Selanjutnya, Srigala AS Roma akan berjibaku menahan gempuran meriam-meriam The Gunners. Roma harus bisa melupakan mimpi buruknya bersua tim Inggris. Kekalahan 1-7 dari United selalu menghantui pasukan Luciano Spalletti ini. Namun, sudah sedikit pulih dengan mengalahkan Chelsea di babak penyisihan grup.
Pasukan muda The Gunners kerap limbung jika menghadapi partai dengan tekanan berat seperti Liga Champions. Disinilah faktor pengalaman Arsene Wenger berbicara. Sudah melupakan kans di Premier League, membuat Wenger memilih fokus di Liga Champions. Dan, AS Roma adalah lawan tangguh pertama yang dihadapi.
Seperti Inter Milan melawan Manchester United, laga antara Liverpool vs Real Madrid juga banyak mendapat perhatian. Liverpool menjelma menjadi kekuatan baru dalam sepakbola Eropa. Tradisi menembus minimal semifinal akan coba diulang The Reds. Sementara El Real sedang mencoba bangkit dan mengejar kembali trofi Liga Champions yang terakhir digenggam pada musim 2001.
Barcelona seolah mendapat lawan mudah di babak 16 besar ini, Olympique Lyon. Namun sebenarnya Lyon adalah lawan yang sulit bagi Barca. Dominasi Lyon di Ligue 1 adalah bukti jika Juninho Pernambucano dkk, bukanlah lawan enteng. Meremehkan, maka Barca harus siap angkat koper dari LC.
Duel seimbang terjadi di laga Atletico Madrid versus FC Porto. Keduanya boleh jadi adalah kuda hitam di babak 16 besar ini. Siapa yang keluar sebagai pemenang, akan memberikan masalah bagi tim yang bersua dengan Atletico atau Porto di babak delapan besar.
Bayern Munich seolah dipayungi dewi fortuna. Munich hanya perlu menghadapi wakil Portugal, Sporting Lisbon. Tiket murah ke perempat-final bisa dibeli Munich dengan cara tetap fokus dan tidak memandang sebelah mata kekuatan Joao Mautinho dkk. Terlebih, performa FC Hollywood sedang menurun di Bundesliga.
Duel kuda hitam juga terjadi di laga Panathinaikos lawan Villarreal. Wakil Yunani itu punya modal sebagai juara Grup B, mengalahkan Inter Milan. Sementara Villarreal cukup baik berjibaku di Grup E bersama MU, Aalborg dan Celtic. Bisa jadi laga kedua tim ini juga menyuguhkan pertarungan menarik.
Terakhir, Juventus meladeni Chelsea. Dua tim papan atas beda liga ini sudah saling bertemu di babak 16 besar. Juve dengan kemapanannya sebagai tim tradisi Liga Champions, menghadapi kembalinya kekuatan finalis musim lalu The Blues, yang baru saja berganti nahkoda ke Luiz Felipe Scolari kepada Guus Hiddink.
Dari 16 tim ini akan diperas menjadi delapan tim. Kedelapan tim itu adalah hasil dari sebuah sepakbola modern yang bermain baik tentu saja ditambah sedikit keberuntungan. Masih jauh memang jalan menuju Roma. Namun, trek yang panjang dan berat sudah menanti 16 kontestan.
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar